Followers

Tampilkan postingan dengan label sabun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sabun. Tampilkan semua postingan

sabun buat jerawat dapat hilang

SABUN TRANSPARANT ANTI JERAWAT

Wanita maupun pria pasti merasa sebal jika ada jerawat bertengger di wajahnya. Selain merusak penampilan, juga membuat tidak nyaman. Menu berikut bisa dijadikan penghalang timbulnya jerawat.Jerawat muncul karena berlebihnya produksi minyal sebum di pori-pori kulit, khususnya di bagian wajah dan punggung. Akibatnya, pori-pori tersumbat dan mudah terinfeksi.Produksi yang berlebih ini umumnya terjadi pada kelompok usia belasan tahun karena meningkatnya hormon seks. Umumnya lebih banyak dialami pria daripada wanita.Acne atau jerawat dapat terjadi pada pria atau wanita usia 20-an tahun. Pada wanita biasanya dialami sebelum menstruasi, meski kadang juga terjadi saat menopause. ( sumber )

Setelah memahami pembuatan sabun transparan chip soap atau sabun base atau sabun gliserin atau sabun MP ( melt n pour) selanjutnya kita belajar membuat sabun untuk aplikasi perawatan kulit, yaitu sabun anti jerawat formulasinya seperti berikut

BAHAN – BAHAN :

Chip Soap 75 gram
Lexaine C 10 cc
PEG 400 5 cc
Tea Tree Oil 3 cc
Propilen Glykol 10 cc
Pewarna secukupnya
Pengawet (Germaben) 0,2 cc


CARA PEMBUATAN :

1. Timbang Chip Soap = 75 gram, masuk wadah
2. Ukur Lexaine C = 10 cc, masuk wadah
3. Ukur PEG 400= 5 cc, masuk wadah
4. (1) + (2) + (3) dipanaskan dengan cara di tim sampai leleh
5. (4) + pewarna secukupnya, aduk sampai rata
6. (5) + Tea Tree Oil = 3 cc, aduk sampai rata
7. (6) + Propilen Glykol = 10 cc aduk sampai rata
8. (7) + Pengawet = 0,2 cc aduk sampai rata
9. (8) tuang ke dalam cetakan

aroma sabun terapi

Membuat sabun dapat dilakukan dengan beberapa metode, proses dingin, semi panas dan fullboiled. Proses dingin sering dilakukan oleh pembuat sabun tradisionil, tidak menggunakan pemanasan, hanya menggunakan pengadukan cepat dengan kecepatan 500 sampai 3500 rpm.

Walaupun dinamakan proses dingin tidak menutup kemungkinan untuk memanaskan minyak yang digunakan agar temperaturnya sama dengan panas kaustik saat kedua bahan tersebut akan dicampur.

Pemanasan langsung maksudnya pemanasan yang digunakan agar suhu minyak atau lemak tidak terlalu berbeda dengan suhu kaustik ketika akan dicampur untuk memulai reaksi saponifikasi. Kaustik dan air jika dicampur akan menyebabkan suhu lye ( campuran kaustik dan air ) naik bahkan bisa mencapai puluhan derajat.


Agar sabun yang didapat baik hasilnya maka sebelum operasi pencampuran suhu minyak dan lye ( campuran kaustik dan air ) sebaiknya harus sama lebih kurang 600 C sampai 700 C. Perbedaan suhu antara kedua bahan yang akan dicampur itu yang paling baik adalah tidak boleh lebih dari 50 derajat.

oleh oleh dari sabun khas solo

CARA PEMBUATAN :

Chip soap dipotong kecil-kecil, ditimbang = 88 Gram masuk wadah.
(1) + Gula pasir = 36 Gram
(2) + propilen glikol = 36 Gram
(3) + edta = 0,2 Gram,
(4) diaduk dan dipanaskan di atas api kecil (± 85°C) sampai semua bahan larut
(5) + pewarna secukupnya
(6) + Alcohol 96 % = 50 cc dipanaskan di atas api kecil (± 95°C) sampai agak kental, angkat.
(7) + Parfum secukupnya, aduk
(8) tuang diatas cetakan
(9) biarkan sampai padat, keluarkan dari cetakan


Formula 2
BAHAN-BAHAN :

Chip soap 80 Gram
gliserin 20 Gram
Gula Pasir 18 Gram
Propilen glikol 6 Gram
Alcohol 40 cc
Aquadest 20 cc
edta 0,2 Gram
Pewarna secukupnya
Parfum secukupnya


CARA PEMBUATAN:

Chip soap dipotong kecil-kecil ,timbang = 80 gram
(1) + Gula pasir = 18 gram
(2) + gliserin = 20 gram
(3) + propilen glikol= 6 gram
(4) + Aquadest = 20 cc
(5) + edta = 0,2 gram
(6) diaduk dan dipanaskan diatas api kecil (± 85°C) sampai semua bahan larut
(7) + pewarna secukupnya, aduk
(8) + Alcohol 96 % = 40 cc, dipanaskan diatas api kecil (± 95°C) sampai agak kental, angkat.
(9) + parfum secukupnya, aduk
(10) tuang ke dalam cetakan.
(11) biarkan sampai padat, keluarkan dari cetakan

sabun spa

SABUN SPA

Pada dinding sebuah goa di Perancis 1.800 tahun lalu, manusia jaman batu mengukir secara jelas bagaimana mereka menggunakan aromaterapi utk mengobati penyakit, mengatasi keletihan dan meningkatkan cara hidup.Di Mesir kuno, pendeta-pendeta menggunakan wewangian aromatik untuk ritual keagamaan dan memakai tumbuhan aromatik untuk pengobatan. Para raja di Mesir bahkan menukartambahkan minyak aromatik, yang dihargai lebih tinggi daripada emas, dengan budak dan barang berharga lainnya.Buku China pertama tentang pengobatan 'Huang Ti Nei Jing' yang disusun tahun 3000 SM, juga menggambarkan berbagai kekuatan pengobatan dan minyak aromatik.Pada tahun 400SM, Hippokrates (Bapak pengobatan di jaman Yunani kuno) mencatat di jurnal pengobatannya sekitar 300 macam kegunaan minyak aromatik untuk tubuh manusia.Orang-orang Romawi kuno menggunakan wewangian untuk menciptakan suasana tenang di kuil-kuil dan bangunan-bangunan pemerintahan. Mereka juga memakai wangi-wangian aromatik untuk dioleskan di tubuh sesudah mandi.Istilah aromaterapi diperkenalkan pada tahun 1928 oleh seorang ahli kimia Perancis: Rene-Maurice Gattefosse. Secara tidak sengaja, tangannya terbakar dan dalam kepanikannya dia mencelupkan tangannya ke dalam minyak lavender murni. Beberapa jam kemudian luka bakarnya sembuh total. Penelitian lebih lanjut menegaskan bahwa minyak aromatik tumbuhan ternyata memang memounyai kekuatan menyembuhkan.Penemuan selanjutnya dilakukan oleh Dr Jean Valnet yang menemukan bahwa minyak aromatik dapat meningkatkan regenerasi sel dan melindungi kita dari bakteri.Penggunaan minyak aromatik untuk peningkatan kesehatan diterapkan dalam PD II dengan sukses gemilang.Marguerite Maury adalah pencetus pertama yang terkenal untuk pemakaian minyak aromatik dalam kecantikan dan perawatan kesehatan. Bukunya "Secrets of Life and Youth" mengungkapkan bahwa setelah penelitian dan uji klinis bertahun-tahun, dia akhirnya menemukan area dimana molekul wangi menghasilkan efek terapi yang nyata. Secara khusus, dia menyebutkan bahwa kita bisa menikmati dampak yang sangat positif dengan menyerap minyak aromatik melalui kulit atau dengan menghirup wanginya. Setelah memasuki tubuh kita melalui saluran pernafasan, minyak aromatik akan menuju pusat syaraf di dalam otak. Kehadiran minyak aromatik ini akan mengaktifkan indra-indra kita, merangsang kemampuan otak dan meningkatkan tenaga.Untuk mendapatkan wawasan lebih luas dari warisan yang sudah berusia ribuan tahun ini, para ahli terlibat dalam penelitian di seluruh dunia. Saat ini, sifat dasar dan pemakaian aromaterapi sudah dikenal luas. Lebih jauh....

Disamping sebagai alat pembersih kulit sabun dapat digunakan untuk relaksasi dan penyegaran. Berikut ini adalah salah satu formulasi sabun transparan untuk aroma terapi.

Bahan

Chip soap 100 gram
PEG 400 2,5 ml
Lexgard P 0,5 ml
Aquadest 50 ml
Oatmeal 10 gram
Parfum secukupnya
Pewarna secukupnya

Cara pembuatan

Timbang Chip Soap = 100 gram, masuk wadah
(1) + PEG 400 = 2,5 ml
(2) + Lexgard P= 0,5 ml
(3) + Aquadest = 50 ml
(4) dipanaskan sambil diaduk-aduk sampai chip soap mencair, kemudian matikan api.
(5) + Oatmeal = 10 gram + pewarna & parfum secukupnya sambil terus diaduk sampai air habis.
(6) tuang ke dalam cetakan yang telah dilapisi dengan kertas roti. Biarkan sampai mengeras selama 3- 4 hari.

keterangan
1. Oatmeal bisa juga digantikan dengan bahan-bahan tambahan lainnya(misalnya : coffee bubuk, beras tumbuk dll)
2. Apabila bahan tambahan lainnya digunakan yang berbentuk cairan (maksimum penambahan 10 cc), sebaiknya Aquadest yang dipakai hanya 30 ml.

Fungsi kandungan natural
SERBUK VANILI : Meningkatkan kreativitas, Meningkatkan energi fisik, Menenangkan, Menghangatkan
COFFEE : Meningkatkan kreativitas & energi fisik
OATMEAL : Menghaluskan kulit/scrub
BERAS TUMBUK : Memutihkan kulit & sebagai scrub dikulit
OLIVE OIL :Mengencangkan & menghaluskan kulit
LAVENDER :Menghilangkan rasa sakit kepala, sakit premenstruasi, stress
PEPPERMINT OIL :- Mengatasi sakit perut, hati & usus, merangsang otak & menjernihkan pikiran, Melegakan pernapasan
MINYAK CENGKEH : Menenangkan & menyegarkan tubuh dan pikiran
MINYAK MAWAR : Mencegah depresi, Sebagai vitamin bagi kulit
TEA TREE OIL : Mencegah infeksi dan jerawat di kulit, Anti jamur
ORANGE OIL : Menciptakan perasaan nyaman dan bahagia pada pikiran dan tubuh
SUSU : Sebagai pelembab dan protein kulit
Madu :Menghaluskan, mencegah bercak-bercak & menyehatkan kulit

Kreasi kain Flanel ( Felt ) dan pernak - pernik lain

Dengan permainan anak dari kain flanel ini sebagai contoh bisa menghasilkan permainan anak berupa “BONEKA JARI” Anak bisa mengenal banyak warna dan merangsang kemampuan verbalnya dengan menyimak cerita dari permainan ini.

Sangat mudah, praktis, murah dan bermanfaat.Selain itu, pada tingkat mahir, akan dapat menghasilkan aneka kreasi yang bernilai jual akan dapat membantu menambah pemasukan keuangan. Menciptakan karakter lucu dan menarik akan memancing minat orang untuk membeli adalah nilai PLUS tersendiri.Kreasi kain Flanel ( Felt ) bisa dibuat menjadi :
1. Boneka Jari
2. Souvenir Pernikahan/ Ultah
3. Pigura Foto
6. Buku Lipat ( Soft Book )
7. Hiasan Pensil
8. Gantungan Kunci
9. Pin
10. Magnet Kulkas
dll

how to make soap ( cara membuat sabun )

Bahan Baku: Minyak/Lemak

Minyak/lemak merupakan senyawa lipid yang memiliki struktur berupa ester dari gliserol. Pada proses pembuatan sabun, jenis minyak atau lemak yang digunakan adalah minyak nabati atau lemak hewan. Perbedaan antara minyak dan lemak adalah wujud keduanya dalam keadaan ruang. Minyak akan berwujud cair pada temperatur ruang (± 28°C), sedangkan lemak akan berwujud padat.

Minyak tumbuhan maupun lemak hewan merupakan senyawa trigliserida. Trigliserida yang umum digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun memiliki asam lemak dengan panjang rantai karbon antara 12 sampai 18. Asam lemak dengan panjang rantai karbon kurang dari 12 akan menimbulkan iritasi pada kulit, sedangkan rantai karbon lebih dari 18 akan membuat sabun menjadi keras dan sulit terlarut dalam air. Kandungan asam lemak tak jenuh, seperti oleat, linoleat, dan linolenat yang terlalu banyak akan menyebabkan sabun mudah teroksidasi pada keadaan atmosferik sehingga sabun menjadi tengik. Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga titik lelehnya lebih rendah daripada asam lemak jenuh yang tak memiliki ikatan rangkap, sehingga sabun yang dihasilkan juga akan lebih lembek dan mudah meleleh pada temperatur tinggi.

Jenis-jenis Minyak atau Lemak

Jumlah minyak atau lemak yang digunakan dalam proses pembuatan sabun harus dibatasi karena berbagai alasan, seperti : kelayakan ekonomi, spesifikasi produk (sabun tidak mudah teroksidasi, mudah berbusa, dan mudah larut), dan lain-lain. Beberapa jenis minyak atau lemak yang biasa dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya :

  1. Tallow. Tallow adalah lemak sapi atau domba yang dihasilkan oleh industri pengolahan daging sebagai hasil samping. Kualitas dari tallow ditentukan dari warna, titer (temperatur solidifikasi dari asam lemak), kandungan FFA, bilangan saponifikasi, dan bilangan iodin. Tallow dengan kualitas baik biasanya digunakan dalam pembuatan sabun mandi dan tallow dengan kualitas rendah digunakan dalam pembuatan sabun cuci. Oleat dan stearat adalah asam lemak yang paling banyak terdapat dalam tallow. Jumlah FFA dari tallow berkisar antara 0,75-7,0 %. Titer pada tallow umumnya di atas 40°C. Tallow dengan titer di bawah 40°C dikenal dengan nama grease.
  2. Lard. Lard merupakan minyak babi yang masih banyak mengandung asam lemak tak jenuh seperti oleat (60 ~ 65%) dan asam lemak jenuh seperti stearat (35 ~ 40%). Jika digunakan sebagai pengganti tallow, lard harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu untuk mengurangi ketidakjenuhannya. Sabun yang dihasilkan dari lard berwarna putih dan mudah berbusa.
  3. Palm Oil (minyak kelapa sawit). Minyak kelapa sawit umumnya digunakan sebagai pengganti tallow. Minyak kelapa sawit dapat diperoleh dari pemasakan buah kelapa sawit. Minyak kelapa sawit berwarna jingga kemerahan karena adanya kandungan zat warna karotenoid sehingga jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun harus dipucatkan terlebih dahulu. Sabun yang terbuat dari 100% minyak kelapa sawit akan bersifat keras dan sulit berbusa. Maka dari itu, jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, minyak kelapa sawit harus dicampur dengan bahan lainnya.
  4. Coconut Oil (minyak kelapa). Minyak kelapa merupakan minyak nabati yang sering digunakan dalam industri pembuatan sabun. Minyak kelapa berwarna kuning pucat dan diperoleh melalui ekstraksi daging buah yang dikeringkan (kopra). Minyak kelapa memiliki kandungan asam lemak jenuh yang tinggi, terutama asam laurat, sehingga minyak kelapa tahan terhadap oksidasi yang menimbulkan bau tengik. Minyak kelapa juga memiliki kandungan asam lemak kaproat, kaprilat, dan kaprat.
  5. Palm Kernel Oil (minyak inti kelapa sawit). Minyak inti kelapa sawit diperoleh dari biji kelapa sawit. Minyak inti sawit memiliki kandungan asam lemak yang mirip dengan minyak kelapa sehingga dapat digunakan sebagai pengganti minyak kelapa. Minyak inti sawit memiliki kandungan asam lemak tak jenuh lebih tinggi dan asam lemak rantai pendek lebih rendah daripada minyak kelapa.
  6. Palm Oil Stearine (minyak sawit stearin). Minyak sawit stearin adalah minyak yang dihasilkan dari ekstraksi asam-asam lemak dari minyak sawit dengan pelarut aseton dan heksana. Kandungan asam lemak terbesar dalam minyak ini adalah stearin.
  7. Marine Oil. Marine oil berasal dari mamalia laut (paus) dan ikan laut. Marine oil memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup tinggi, sehingga harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan baku.
  8. Castor Oil (minyak jarak). Minyak ini berasal dari biji pohon jarak dan digunakan untuk membuat sabun transparan.
  9. Olive oil (minyak zaitun). Minyak zaitun berasal dari ekstraksi buah zaitun. Minyak zaitun dengan kualitas tinggi memiliki warna kekuningan. Sabun yang berasal dari minyak zaitun memiliki sifat yang keras tapi lembut bagi kulit.
  10. Campuran minyak dan lemak. Industri pembuat sabun umumnya membuat sabun yang berasal dari campuran minyak dan lemak yang berbeda. Minyak kelapa sering dicampur dengan tallow karena memiliki sifat yang saling melengkapi. Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat dan miristat yang tinggi dan dapat membuat sabun mudah larut dan berbusa. Kandungan stearat dan dan palmitat yang tinggi dari tallow akan memperkeras struktur sabun.

Bahan Baku: Alkali

Jenis alkali yang umum digunakan dalam proses saponifikasi adalah NaOH, KOH, Na2CO3, NH4OH, dan ethanolamines. NaOH, atau yang biasa dikenal dengan soda kaustik dalam industri sabun, merupakan alkali yang paling banyak digunakan dalam pembuatan sabun keras. KOH banyak digunakan dalam pembuatan sabun cair karena sifatnya yang mudah larut dalam air. Na2CO3 (abu soda/natrium karbonat) merupakan alkali yang murah dan dapat menyabunkan asam lemak, tetapi tidak dapat menyabunkan trigliserida (minyak atau lemak).

Ethanolamines merupakan golongan senyawa amin alkohol. Senyawa tersebut dapat digunakan untuk membuat sabun dari asam lemak. Sabun yang dihasilkan sangat mudah larut dalam air, mudah berbusa, dan mampu menurunkan kesadahan air. Sabun yang terbuat dari ethanolamines dan minyak kelapa menunjukkan sifat mudah berbusa tetapi sabun tersebut lebih umum digunakan sebagai sabun industri dan deterjen, bukan sebagai sabun rumah tangga. Pencampuran alkali yang berbeda sering dilakukan oleh industri sabun dengan tujuan untuk mendapatkan sabun dengan keunggulan tertentu.

link web sumber uptodate